Pengisian kuesioner umpan balik PBM & PU

Untuk seluruh mahasiswa & dosen diwajibkan mengisi kuesioner umpan balik PBM (proses belajar mengajar) untuk mahasiswa, dan PU (Pelayanan unit) untuk dosen melalui sia.mercubuana.ac.id

WAJIB Dibaca untuk mahasiswa tingkat akhir yang ingin mengajukan tugas akhir

Jakarta – Kepada Mahasiswa yang ingin mengajukan sidang tugas akhir, sebelum mendaftar ke TU Fpsi “WAJIB” mengirimkan softcopy TA BAB I – BAB V (Dalam satu file word, tidak dipisah-pisah) ke cekplagiatfpsi@gmail.com.

Jika hasilnya masih diatas 20% disarankan mahasiswa berkonsultasi ke dosen pembimbing TA, sebelum mengirimkan softcopy revisian kembali. Kalau sudah lulus plagiat (20%) mahasiswa baru bisa mendaftar ke TU Fpsi dan mencetak Tugas Akhirnya.

 

Workshop Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

Jakarta – Fakultas Psikologi UMB mengadakan workshop dengan pembicara Prof. Dr. Juke R. Siregar, M.Pd., Psikolog Klinis.

ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif, sehingga dapat berdampak pada prestasi anak di sekolah.

Hingga saat ini, penyebab utama ADHD belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi, kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Selain terjadi pada anak-anak, ADHD juga dapat terjadi pada orang dewasa

Gejala ADHD

Gejala utama ADHD adalah sulit memusatkan perhatian, serta berperilaku impulsif dan hiperaktif. Penderita tidak bisa diam dan selalu ingin bergerak.

Gejala ADHD umumnya muncul pada anak-anak sebelum usia 12 tahun. Namun pada banyak kasus, gejala ADHD sudah dapat terlihat sejak anak berusia 3 tahun. ADHD yang terjadi pada anak-anak dapat terbawa hingga dewasa.

Anak yang hyperaktif tidak bisa langsung dibilang anak dengan ADHD, karena membutuhkan diagnosa. Diagnosis ADHD dilakukan melalui kerja sama berbagai pihak, yaitu dokter anak, psikiater anak, orang tua, dan pihak sekolah. Proses diagnosis melibatkan wawancara, baik dengan anak, orang tua, maupun guru.

Selain itu, dokter anak juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang untuk mencari penyebab lain yang dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan ADHD.